Friday, July 29, 2005

Pada titik berlatar pendar
Bersapa riuh rendah cahaya
Retas darahku menjauh hangat
Mendekap amsal

Disuguhi sulaman lampu kota yang berbaris tak tentu bagai taburan manikam

Ranah hasratku kini memundak tabu
Kan selalu maru....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home